Ramaikan Jiwamu

Alhamdulillah..alhamdulillah..alhamdulillah..

Tarikan nafas panjang melegakan sedikit perasaan yang mulai menyempit bertabur duka yang tak semestinya. Duka karena perasaan menyesal belum bisa mempersembahkan yang terbaik dalam hidup. Mencoba menahan untuk tak berucap “seandainya”. Karena di situlah pintu masuk syeitan yang akan melemahkan asa.

Dalam bekerja, ataupun kuliah, pasti ada masa-masa di mana kita merasa down, sampe under-estimate terhadap diri sendiri. Malu melihat kekurangan diri yang entah dengan apa bisa cukup untuk menutupi.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. [QS 2:155]

Kalau kita mau percaya, kuncinya adalah sabar. Sabar sangat jauh dari kata menyerah. Karena dalam sabar, tak melulu soal diam. Dalam sabar, ada semacam motivasi untuk melakukan yang terbaik karena hadiah dari Alloh berupa berita gembira itu pasti. Dalam salah satu teori managemen yaitu Expectancy Theory dikatakan, “motivation is an outcome of how much an individual wants a reward” . Kalo kita yakin, harusnya itu udah lebih dari cukup jadi moodbooster untuk mencapainya. Pertanyaannya, lalu dengan apa?

Hidup ini beneran, bukan cuma simulasi pake virtual reality. Sulit mengendalikan faktor luar, maka upayakan apa yang ada dalam diri kita. Sebenernya yang nulis ini bukan berarti udah bisa melakukan apa yang ditulis barusan. Tapi, tulisan ini untuk menasihati diri. Beri salam pada hatimu yang mulai gundah dan merasa sepi, kemudian bisikkan, “ada Alloh”. Ya, sapa hatimu dan ramaikan jiwamu.

Jangan lupa untuk mendoakan orang-orang yang ada di sekitar kita yang udah jadi inspirasi kebaikan. Ini sebagai rasa terimakasih kita atas teladan akan akhlaq baiknya, nasihatnya, serta koreksi atas sikap kita yang kadang begitu menyebalkan. Bukankah hamba yang bersyukur adalah yang paling berterimakasih kepada sesama (:

Mengenai nasihat dan koreksi jangan pedulikan cara memberinya, tapi isinya. Dalam sebuah tulisan dikatakan, “kalo dikasi permata, ambil permatanya. Gak usah peduli bagaimana seseorang itu memberikan permatanya kepadamu. Mau dilempar atau diberikan baik-baik, ia akan tetep jadi permata”. Jadi, berterimakasihlah (:

Jujurlah akan kekurangan kita, karena kita tak seindah prasangka. Usap sikap usang kita, bersihkan ia agar tampak lebih memesona. Seengganya tak terlihat berdebu termakan waktu.

Teruntuk orang-orang yang telah bersabar mengenalku:

Oleh Salim A. Fillah_

kita hidup di tengah-tengah khalayak
yang selalu berbaik sangka…
 
alangkah berbahayanya
terlalu percaya pada baik sangka mereka
membuat kita tak lagi jujur pada diri
atau menginsyafi, bahwa kita tak seindah prasangka itu
 
tapi keinsyafan membuat kadang terfikir
bersediakah mereka tetap jadi saudara
saat tahu siapa kita sebenarnya
kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat
saat tahu hati kita tak tulus, penuh noda dan karat
dan… bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah
ketika tahu bahwa iman kita berlubang-lubang
 
inilah bedanya kita dengan Sang Nabi
dia dipercaya, karena dia dikenal
sebagai Al-Amin, orang yang terpercaya
sementara kita dipercaya, justru karena
mereka semua tidak mengenal kita…
 
yang ada hanya baik sangka…
 
maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka itu
dengan berbuat sebaik-baiknya
atau sekurangnya dengan doa yang diajarkan Abu Bakar
lelaki yang penuh baik sangka terhadap diri dan sesamanya
 
“ya Allah, jadikan aku lebih baik daripada semua yang mereka sangka
dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu…”
atau doa seorang tabi’in yang mulia:
“ya Allah, jadikan aku dalam pandanganku sendiri
sebagai seburuk-buruk makhluk
dalam pandangan manusia sebagai yang tengah-tengah
dan dalam pandanganMu sebagai yang paling mulia.”

Selanjutnya, ayooo prepare buat UAS 😀

 

Depok, 12 Desember 2015

Advertisements

2 thoughts on “Ramaikan Jiwamu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s