Titik Balik

Well, UTS semester 3 sudah berlalu. Semoga hasilnya memuaskan ya, hihi.

Challenge berikutnya adalah menghadapi UAS. Persiapan ini ya bisa dengan memperkaya pemahaman materi, ketahanan fisik, dan yang paling penting adalah kedekatan kita dengan yang Maha pemilik ilmu, Alloh SWT. Kalo berharap hasil nya ingin lebih baik dari yang kemarin, maka harus ada gap perubahan ke arah yang lebih baik pula mengenai cara untuk mencapainya. So, how to get there? ya dengan  H I J R A H.

img_20160813_065002

Hijrah, merupakan:

1. Managemen obsesi.
Ketika para mujahid sedang menggali parit untuk mempersiapkan perang khandak, tiba2 ditemukan batu yg keras sehingga sulit digali. Kemudian rosul menghantam batu keras itu hingga muncul percikan api. Hantaman pertama, rosul bersabda, “Allahuakbar! aku diberi kunci2 syam”.
Lalu beliau menghantamkan ke bagian yg lain & kembali bersabda, “Allahuakbar! Aku diberi tanah persia.”
Dan yg ketiga kali nya beliau kembali bersabda, “Allahuakbar! aku diberi kunci2 yaman.”

Keyakinan & obsesi itu yg menjadi semangat para mujahid untuk memenangkan pertempuran. Obsesimu kuliah apa? Kalo yang kamu kejar adalah ilmu, maka resiko kurang tidur menjadi sesuatu yang kau yakini akan berbuah manis di akhir perjuanganmu.

2. Keluar dari Rutinitas
Lakukan perubahan dari hal yg biasa menjadi tak biasa. Lebih baik, meskipun sedikit. Kita teringat strategi khalid bin walid ketika memimpin pertempuran, yaitu dengan menukar2 posisi. Hal tersebut terbukti mempengaruhi psikologis kaum kafir. Lakukan perubahan meskipun sedikit.

Kalo kata Einstein, “kegilaan adalah mengharapkan sesuatu yg berbeda dari cara yg sama”.

Yg taun lalu yg khatam qur’an nya sekali setahun, semoga tahun ini bisa nambah, minimal jadi 2x v^^, yang penting bergerak. tapi kalo bisa si jangan 2x banget lah ya, ckckck.

Yang kalo ngumpulin tugas masih suka di injury time sampe ketar-ketir takut tombol submit nya keburu ilang, ya agak dimenej lagi lah ya waktu ngerjain nya. Biar ga buru dan bisa dicek ulang kalo ada ceroboh-ceroboh.

3. Punya wawasan global
Rosululloh memilih Habasya sebagai lokasi tujuan hijrah yg pertama, bukan merupakan pilihan yg asal. Rosul memilih nya berdasarkan pengetahuan yg beliau miliki. Tentang keadaan geografis nya, pemerintahan nya, serta jaminan keamanan yg akan didapat oleh kaum muslimin di sana. Hal itu menunjukkan bahwa rosul memiliki wawasan global, sosok pemimpin cerdas.

Kadang, bukan hanya materi kuliah aja yang harus kita perdalam. Tapi wawasan global mengenai perkembangan teknologi juga harus bisa kita amati. Biar ga kudet2 banget ya pas ngerjain tugas analisis. Or mungkin pas tukar pikiran ama atasan. Biar saran nya guna gitu, haha. Semoga kita mnjadi lebih bersemangat lagi dalam mencari ilmu ^^.

Saudaraku yg baik, semoga semester ini menjadi momen titik balik kita menjadi manusia yg lebih baik lagi. Untuk memperbaiki visi yg telah usang & mulai kabur dari pandangan. Memang tak mudah, tapi bukan berarti tak mungkin. Yakinlah, bahwa Alloh senantiasa akan menolong kita dalam melakukan kebaikan. Allahuakbar!

Depok, 26 Oktober 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s